NC, Sejarah - Cilegon adalah nama sebuah kota yang terletak diujung barat pulau Jawa. Kota yang kemudian dikenal dengan sebutan kota baja ini sempat dikenal dimanca negara, sejak dibangunnya pabrik baja terbesar se Asia Tenggara pada tahun 1974.
Dipertengahan abad ke 19 nama Cilegon juga pernah menggema, dimana pada masa itu terjadi sebuah peristiwa yang sempat menggemparkan. Dimasa kejayaan pemerintahan Hindia Belanda, ada satu pemberontakan yang terjadi diluar dugaan, sehingga sampai menewaskan semua pejabat pemerintah pada masa itu.
Yaitu pada tanggal 9 Juli 1888, terjadi kerusuhan besar di Cilegon dan sempat melumpuhkan roda pemerintahan diwilayah itu. Selain dari itu, kejadian tersebut telah membuat trauma dan fobia bagi bangsa Eropa dalam kurun waktu yang cukup panjang. Hal tersebut disebabkan karena pemberontakan yang pimpin oleh para kiyai ini telah menelan banyak korban jiwa.
Bahkan peristiwa itu telah menjadi pemberitaan yang besar dibeberapa surat kabar pada masa itu. Selama bertahun-tahun berita tentang peristiwa tersebut terus saja terdengar santar. Kejadian itu begitu dahsyat dan menggemparkan yang kemudian dikenal dengan istilah Geger Cilegon 1888.
Peristiwa Geger Cilegon sebenarnya gerakan perjuangan rakyat Banten yang dipimpin oleh para kiyai. Karena pada masa itu Cilegon adalah pusat pemerintahan afdeling Anyar, oleh karenanya maka pusat pemerintahan itu yang pertama direbut dan dilumpuhkan.
Dari penuturan bapak Haji Nawawi Sahim, salah seorang pendiri Lembaga Budaya Cilegon (LBC), penulis berkesimpulan bahwa Cilegon pada masa lalu adalah merupakan pusat peradaban Islam tertua yang ada di Banten. Informasi tentang itu didapat dari catatan kitab kuno yang dimilikinya.
Pada abad 13 Legon Gede adalah sebuah kerajaan Hindu, dan rajanya bernama Ki Gdheng Teulageu Wangi. Pusat kerajaannya di Legonan Gede Teulage wangi, yang sekarang dikenal dengan nama Tegalwangi.
Bermula kedatangan Saikh Qudrotullah yang mendrat di Tanjung Gibig Maraki, atau sekarang Merak. Dimana Merak masuk wilayah kekuasaan kerajaan Legon Gede. Kemudian dimulailah syiar Islam dengan mendirikan Pedukuhan Grogol (Grogol nama sebuah rumah yg dibuat dari bambu bulat yang direnteng).
Sambil melakukan syiar agama Islam, kemudian ia menikah dengan putri Ki Gdheng Telageu Wangi yg bernama Nhai Naraswati. Nhai adalah sebuah gelar ningrat Hindu kuno bagi perempuan sedangkan bagi laki-lakinya disebut Gdheng.
Dikisahkan bahwa orang Grogol yg pertama masuk islam yaitu Mbah Bolong ( makamnya di Dkt makam sunan Ampel). Peristiwa ini terjadi jauh sebelum ada kesultanan Banten dan ratusan tahun sebelum sultan Hasanudin melakukan syiar Islam di wilayah Banten.
Melihat histori serta kondisi Cilegon dimasa lalu, dapat dimaklumi jika Cilegon kemudian terkenal lebih dahulu dari kota lainnya yang ada di Banten. Penulis berharap semoga dengan melihat keadaan Cilegon dimasa lalu dapat memacu generasi mendatang untuk mengangkat nama Cilegon lebih tinggi lagi melalui pembangunan disegala bidang. Amin...!
Penulis : Bambang Irawan


Post a Comment