NC, Citangkil - Japanese Red Cross Society (JRCS) atau Palang Merah yang berasal dari Jepang, mengunjungi bank sampah yang berada di Kelurahan Samangraya, Kecamatan Citangkil, Kamis (25/1/18).
Sebelum melakukan kunjungan tersebut, JRCS terlebih dahalu berkunjung ke markas Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Cilegon.
Kepada wartawan, Director Operational Division JRCS, Yasuyuki Yoshikwa mengatakan, kunjungannya bertujuan untuk memastikan keberhasilan dari program yang telah dilakukan melalui dana donasi yang mereka bantu.
"Tujuan kedatangan kami adalah untuk memastikan keberhasilan program dari negara-negara yang telah dibantu. Melalui bantuan donasi, dan hasil kunjungan ini akan dilaporkan kembali kepada JRCS Pusat di Tokyo Jepang. Selanjutnya, dijadikan indikator program ke depan," katanya dalam Bahasa Jepang.
Lebih lanjut, Ia mengatakan, program ini telah dilakukan sejak tahun 2012 hingga 2015 di seluruh provinsi di Indonesia, termasuk di Kabupaten Pandeglang dan Kota Cilegon dari Provinsi Banten.
"Dana yang dikeluarkan untuk Provinsi Banten, saya tidak dapat menjumlah secara spesifik. Sebab, dana yang dikeluarkan dari JRCS dalam jumlah besar dan dipecah-pecah ke semua negara," jelasnya.
Masih dari markas PMI Kota Cilegon, Ketua PMI Kota Cilegon, Erwin Harahap mengaku, dengan kunjungan tersebut diharapkan ada kepuasan dari pihak JRCS. Sehingga dapat memberikan bantuan yang lebih.
"Mereka ini akan meninjau lokasi yang telah mereka bantu. Diharapkan, jika kunjungan mereka puas dengan hasil yang telah dilakukan, Bank Sampah Samangraya akan kembali diberikan bantuan yang lebih," akunya.
Sementara itu ditempat berbeda, Pengelola Bank Sampah sekaligus Sekretaris Lurah (Seklur) Samangraya, Tulus Dina Sasmita menerangkan, bank sampah yang dikelola olehnya sejak setahun lalu dalam program Proyek Perubahan Pendidikan Dan Pelatihan Kepemimpinan (DiklatPim) IV lebih terfokus kepada sampah non-organik.
"Bank sampah ini sudah berdiri sejak 2015, Namun sempat mengalami ke-vakuman, dan saat saya menjabat Seklur tahun 2017, Bank sampah ini saya aktif kan kembali, dan masuk 5 Besar proyek perubahan Diklat PIM IV , dah hingga sekarang dalam pengelolaannya saya lebih fokus pada sampah non-organik karna lebih mudah, cepat, dan memiliki nilai jual tinggi. Selain itu, pemasarannya juga mudah," jelasnya.
Tulus berharap, dalam kunjungan tersebut JRCS dapat membantu program jangka pendek, seperti peningkatan sarana dan prasarana bank sampah yang dikelolanya.
"seperti mesin pencacah plastik dan renovasi gedung bank sampah, agar menambah nilai jual dari sampah non-organik tersebut," harapnya.(Dd)
Editor : Wulan
Sebelum melakukan kunjungan tersebut, JRCS terlebih dahalu berkunjung ke markas Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Cilegon.
Kepada wartawan, Director Operational Division JRCS, Yasuyuki Yoshikwa mengatakan, kunjungannya bertujuan untuk memastikan keberhasilan dari program yang telah dilakukan melalui dana donasi yang mereka bantu.
"Tujuan kedatangan kami adalah untuk memastikan keberhasilan program dari negara-negara yang telah dibantu. Melalui bantuan donasi, dan hasil kunjungan ini akan dilaporkan kembali kepada JRCS Pusat di Tokyo Jepang. Selanjutnya, dijadikan indikator program ke depan," katanya dalam Bahasa Jepang.
Lebih lanjut, Ia mengatakan, program ini telah dilakukan sejak tahun 2012 hingga 2015 di seluruh provinsi di Indonesia, termasuk di Kabupaten Pandeglang dan Kota Cilegon dari Provinsi Banten.
"Dana yang dikeluarkan untuk Provinsi Banten, saya tidak dapat menjumlah secara spesifik. Sebab, dana yang dikeluarkan dari JRCS dalam jumlah besar dan dipecah-pecah ke semua negara," jelasnya.
Masih dari markas PMI Kota Cilegon, Ketua PMI Kota Cilegon, Erwin Harahap mengaku, dengan kunjungan tersebut diharapkan ada kepuasan dari pihak JRCS. Sehingga dapat memberikan bantuan yang lebih.
"Mereka ini akan meninjau lokasi yang telah mereka bantu. Diharapkan, jika kunjungan mereka puas dengan hasil yang telah dilakukan, Bank Sampah Samangraya akan kembali diberikan bantuan yang lebih," akunya.
Sementara itu ditempat berbeda, Pengelola Bank Sampah sekaligus Sekretaris Lurah (Seklur) Samangraya, Tulus Dina Sasmita menerangkan, bank sampah yang dikelola olehnya sejak setahun lalu dalam program Proyek Perubahan Pendidikan Dan Pelatihan Kepemimpinan (DiklatPim) IV lebih terfokus kepada sampah non-organik.
"Bank sampah ini sudah berdiri sejak 2015, Namun sempat mengalami ke-vakuman, dan saat saya menjabat Seklur tahun 2017, Bank sampah ini saya aktif kan kembali, dan masuk 5 Besar proyek perubahan Diklat PIM IV , dah hingga sekarang dalam pengelolaannya saya lebih fokus pada sampah non-organik karna lebih mudah, cepat, dan memiliki nilai jual tinggi. Selain itu, pemasarannya juga mudah," jelasnya.
Tulus berharap, dalam kunjungan tersebut JRCS dapat membantu program jangka pendek, seperti peningkatan sarana dan prasarana bank sampah yang dikelolanya.
"seperti mesin pencacah plastik dan renovasi gedung bank sampah, agar menambah nilai jual dari sampah non-organik tersebut," harapnya.(Dd)
Editor : Wulan





Post a Comment