close

NC, Cilegon - Sebuah tempat dilingkungan Saneja, kelurahan Sukmajaya, kecamatan Jombang, dimasa Tragedi Geger Cilegon 1888 menjadi pusat perlawanan rakyat Banten dalam peristiwa heroik yang terjadi pada tanggal 9 Juli 1888.

Dimana dilingkungan tersebut terdapat sebuah rumah, yang dijadikan tempat musyawarah para kiyai dari seluruh Banten, adapun tempat tersebut lokasinya berada disekitar tempat pengobatan tradisional. Dengan adanya praktek pengobatan akternatif Thabib M Adam, nama Saneja juga sekarang lebih dikenal. 

Dipilihnya tempat tersebut, tidak lepas dari peranan sosok yang menjadi pimpinan pegerakan rakyat melawan Belanda, yaitu Haji Iskak, atau menurut panggilan masyarakat setempat menyebutnya Ki Ishaq. Yang mana rumah Haji Iskak selain dijadikan tempat rapat, sekaligus juga merupakan markas komando dan titik tempat berkumpul para pejuang dari wilayah bagian Selatan Cilegon. 

Sementara Haji Iskak dalam peristiwa bersejarah tersebut memiliki peranan yang sangat besar, dimana beliau di setiap pertemuan atau musyawarah yang beberapa kali diadakan diluar Cilegon pun selalu hadir dan terus memberikan semangat dalam perjuangan tersebut.

Selain itu Nyi Kamsidah, Istri Haji Iskak yang juga ikut membantu suaminya dalam gerakan rahasia jihad fi sabilillah itu tidak kalah penting posisinya,  bahkan peranannya sangat menentukan ketika peristiwa itu meletus.

Namun kisah tersebut saat tak banyak diketahui orang, bahkan nyaris dilupakan, penulis sendiri punya keinginan untuk menggali kembali sejarah yang sudah mulai terkubur tersebut. Namun karena minimnya informasi tentang tokoh pergerakan tersebut membuat saya harus terus mencari dan mencari.

Sehingga kemarin (21/11/17), Penulis mencoba bersilaturahmi dengan Kepala Kelurahan Sukmajaya, Ade Risky Kurniawan beserta Ketua RW Ling. Sawah, Saefudin Juhri dan beberapa staf kelurahan lainnya, untuk berdiskusi tentang sejarah tersebut dan sampai pada satu keinginan agar makam Haji Iskak dapat ditelusuri dimana keberadaannya. 

Dalam diskusinya Kepala Seksi (Kasi) Pemerintahan Dan Ketertiban Umum (Tibum) Kelurahan Sukmajaya, Andi Shofandie mengatakan sejarah Geger Cilegon mesti terus digali dan di perkenalkan kepada masyarakat, agar sejarah tersebut tidak hilang dimakan jaman.

"Sejarah ini harus terus diperkenalkan kepada masyarakat, agar masyarakat tau, semangat para orang tua yang dulu berjuang untuk Kota Cilegon," katanya.

Senada dengan Andi, Kepala Kelurahan Sukmajaya, Ade Risky Kurniawan yang mendukung jika kajian sejarah Geger Cilegon Kembali digali.

"Mungkin masih banyak yang akan ditemukan dari sejarah Geger Cilegon, terutama lingkungan Seneja yang dijadikan sebagai pusat sejarah," tutupnya.

Penulis : Bambang Irawan
Editor.   : Red

Post a Comment

 
Top