NC, Ciwandan - PT Sentra Usahatama Jaya (SUJ) yang berlokasi di Kelurahan Tegal Ratu, Kecamatan Ciwandan, dituding tidak berpihak kepada warga sekitar yang berada diwilayahnya.
Hal itu mencuat saat belasan pelamar kerja lokal ditolak, dan diduga mengambil pekerja dari luar Provinsi Banten.
Ketua Karang Taruna Kelurahan Tegal Ratu, Hanafi mengatakan, sebelumnya PT SUJ memberi kesempatan agar belasan warga sekitar mengikuti rekrutmen tenaga kerja di perusahaan tersebut. Namun pada akhirnya, seluruh pelamarnya ditolak.
"Kita dikasih kesempatan mengirimkan 16 calon tenaga kerja, dan mereka diseleksi. Selanjutnya, sebanyak 6 orang lolos dan dilakukan seleksi kembali. Pada saat diseleksi dari 6 orang kiriman Karang Taruna setempat, ternyata tidak ada yang lolos sama sekali. Malah informasi yang kita dapat, ada 3 orang yang masuk itu dari Cimahi dan 1 orang dari Solo," ujarnya, Rabu (24/1/18).
Selain itu, kata Hanafi, ia juga mengendus kabar, jika saat ini PT SUJ sedang membuka rekrutmen tenaga kerja di Semarang. Ia mengaku, telah mencoba berkomunikasi dengan PT SUJ, namun tidak ada hasil.
"Tidak ada win-win solution-nya. Kalau sampai dalam waktu dekat tidak ada keputusan, tanggal 25 Januari ini kita akan ada aksi," katanya.
Sementara itu, Ketua Karang Taruna Kubang Sari, Miftahul Iman menekankan, persoalan warga tidak terima terhadap sikap PT SUJ, bukan karena belasan lamaran itu ditolak. Melainkan, lantaran PT SUJ telah merendahkan Sumber Daya Masyarakat (SDM) warga sekitar.
"Warga sekitar dianggap di bawah standar. Padahal secara data, Karang Taruna Cilegon menjadi juara Nasional ke-4," tuturnya.
Di tempat terpisah, HR dan GA Departement Head PT SUJ, Dodi M Kurniawan menyangkal, adanya rekrutmen tenaga kerja dari luar daerah. Pihaknya telah memprioritaskan warga lokal Kota Cilegon setiap adanya rekrutmen tenaga kerja.
"Itu bukannya rekrutmen, itu hanya orang yang magang. Namanya orang magang ya hanya belajar kerja, yang tiga orang itu sebenarnya masih sekolah. Jadi, suatu ketika orang itu pasti akan kembali lagi ke sekolahnya," ucapnya.(Dd)
Editor : Wulan
Hal itu mencuat saat belasan pelamar kerja lokal ditolak, dan diduga mengambil pekerja dari luar Provinsi Banten.
Ketua Karang Taruna Kelurahan Tegal Ratu, Hanafi mengatakan, sebelumnya PT SUJ memberi kesempatan agar belasan warga sekitar mengikuti rekrutmen tenaga kerja di perusahaan tersebut. Namun pada akhirnya, seluruh pelamarnya ditolak.
"Kita dikasih kesempatan mengirimkan 16 calon tenaga kerja, dan mereka diseleksi. Selanjutnya, sebanyak 6 orang lolos dan dilakukan seleksi kembali. Pada saat diseleksi dari 6 orang kiriman Karang Taruna setempat, ternyata tidak ada yang lolos sama sekali. Malah informasi yang kita dapat, ada 3 orang yang masuk itu dari Cimahi dan 1 orang dari Solo," ujarnya, Rabu (24/1/18).
Selain itu, kata Hanafi, ia juga mengendus kabar, jika saat ini PT SUJ sedang membuka rekrutmen tenaga kerja di Semarang. Ia mengaku, telah mencoba berkomunikasi dengan PT SUJ, namun tidak ada hasil.
"Tidak ada win-win solution-nya. Kalau sampai dalam waktu dekat tidak ada keputusan, tanggal 25 Januari ini kita akan ada aksi," katanya.
Sementara itu, Ketua Karang Taruna Kubang Sari, Miftahul Iman menekankan, persoalan warga tidak terima terhadap sikap PT SUJ, bukan karena belasan lamaran itu ditolak. Melainkan, lantaran PT SUJ telah merendahkan Sumber Daya Masyarakat (SDM) warga sekitar.
"Warga sekitar dianggap di bawah standar. Padahal secara data, Karang Taruna Cilegon menjadi juara Nasional ke-4," tuturnya.
Di tempat terpisah, HR dan GA Departement Head PT SUJ, Dodi M Kurniawan menyangkal, adanya rekrutmen tenaga kerja dari luar daerah. Pihaknya telah memprioritaskan warga lokal Kota Cilegon setiap adanya rekrutmen tenaga kerja.
"Itu bukannya rekrutmen, itu hanya orang yang magang. Namanya orang magang ya hanya belajar kerja, yang tiga orang itu sebenarnya masih sekolah. Jadi, suatu ketika orang itu pasti akan kembali lagi ke sekolahnya," ucapnya.(Dd)
Editor : Wulan



Post a Comment