NC, Cilegon - Sejumlah warga yang menjadi korban banjir di Lingkungan Ramanuju Lama, Kelurahan/Kecamatan Citangkil masih ditemukan mengungsi di pinggir rel kereta yang tidak jauh dari rumahnya, Selasa (13/2/18).
Mereka belum bisa masuk ke rumahnya, lantaran masih terdapat genangan air yang harus dikeluarkan dengan bantuan penyedot air. Namun alat tersebut tidak dimilikinya.
Salah satu warga setempat, Darsono menerangkan, rumahnya masih terdapat genangan air. Sehingga keluarganya harus dengan terpaksa tidur di luar rumah sampai saat ini.
"Setiap tahun selalu menjadi langganan banjir, namun awal tahun 2018 ini yang terparah hingga lebih dari 2 meter. Semua barang-barang habis terendam dan rusak," paparnya.
Banjir yang sudah mulai masuk rumah pada 10 Februari 2018 tersebut, sudah diwaspadai warga sekitar dan langsung siap-siap untuk mengungsi. Awalnya, warga sekitar tidak ada yang memprediksi banjir merendam hampir menutupi atap rumah mereka.
"Biasanya paling tinggi satu meter. Banjir baru surut sekitar 11 Februari 2018 pada sore hari," ucapnya.
Ditambahkan Istri Darsono, Sunawati, dirinya tidak bisa memasak dan menyuci karena kompor dan mesin cuci yang dimilikinya rusak. Selama ini, keluarga dan warga sekitarnya hanya mendapat bantuan makanan dari para relawan atau warga lain.
"Kami baru dapat bantuan sembako dari pihak Kelurahan Citangkil, namun mau dimasak juga tidak bisa karena kompor rusak. Jadi bantuan makanan hanya dapat dari orang lain saja yang mau membantu," katanya.
Sunawati juga tidak mengetahui waktu yang tepat untuk kembali tinggal di rumahnya. Sebab seluruh barangnya masih basah.
"Kami disuruh mengungsi ke Rumah Singgah di Kecamatan Cibeber, namun warga disini tidak ada yang mau. Sebab, selain jauh jaraknya, barang di rumah tidak ada yang menjaga dan mengurusi," tuturnya seraya melipat baju yang baru dijemur.(Wulan)


Post a Comment