close


NC, Cilegon - Puluhan Warga Dari lingkungan Gerem Kecamatan Grogol , yang tergabung dalam Forum Pemuda Gerem (FPG), Sebelum kegiatan Hearing Limbah PT Dover, oleh komisi II DPRD Kota Cilegon, terlihat pergi dengan amarah dari tempat tersebut (1/1/18).

Dari informasi yang didapat FPG, sebelumnya datang pada ruang rapat komisi II, untuk mengikuti Hearing tersebut, namun sampainya diruang rapat ternyata mereka tidak masuk dalam daftar undangan peserta rapat.

Kepada sejumlah wartawan, Ketua FPG, Erlan mengaku pihaknya merasa diintervensi oleh salah satu pihak yang diantaranya turut mengikuti rapat tersebut. Ia tidak mau mengemukakan siapa yang dimaksud dengan pihak tersebut.

"Limbah yang dibuang dialiran sungai itu pertama kali diketahui oleh warga. Kemudian warga juga yang melaporkan ke kelurahan, kecamatan, sampai Dinas Lingkungan Hidup. Tapi kenapa saat hearing bersama Dover ini warga malah tidak diundang? Padahal warga yang dirugikan, ada yang mengintervensi kita," ujar Erlan.

Usai Erlan berbicara ada yang mengintervensinya, rombongan pemuda yang mengenakan kemeja hitam sontak tidak terima. Kemudian terjadi adu mulut. Agar suasana tidak lebih panas, akhirnya sekurity DPRD Cilegon mengawal Erlan sampai kedepan halaman Kantor DPRD. Kalah massa rombongan FPG pun akhirnya pulang.

Usai rapat berlangsung, Anggota Komisi II DPRD Kota Cilegon Badar Gumelar mengaku pada kesematan tersebut memang hanya mengundang internal PT Dover bersama organisasi perangkat daerah (OPD) Pemkot Cilegon yang terkait dengan persoalan dugaan pencemaran limbah. Ia menegaskan warga memang belum diundang untuk hadir bukan karena mengintervensi. 

"Saya tidak mau berpihak kesana-sini, saya harus netral. 
Nanti kalau ada hasil yang melenceng ya kita sidak kesana. Semua juga punya argumennya masing-masing, memang kalau datang hanya ingin mencari ribut ya jangan kesini. Silahkan diluar," ucap politisi dari fraksi PPP ini.(Dd)

Post a Comment

 
Top