close



NC, Cilegon - Pembangunan jembatan di Makam Balung, yang sampai sekarang tidak ada kejelasan penyelesaiannya, banyak dipertanyakan warga. Meskipun, pembangunan tersebut dilakukan dengan swadaya masyarakat.

Seperti yang diungkap pengendara, Surdi, ia mempertanyakan kelanjutan pembangunan jembatan tersebut.

"Ini kan proyek Pemda (Pemerintah Daerah), seharusnya punya target penyelesaian, bukan dibiarkan begini saja," katanya dengan nada kesal, Senin (4/12/17).

Ditemui terpisah, Kepala Bidang Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) Kota Cilegon, Hilmi Firdaus mengaku, ada sembilan paket pekerjaan kontruksi yang berupa rehabilitasi jembatan digarap pada tahun 2017 ini. 

Ia memastikan, seluruh pembangunan tersebut akan rampung tepat waktu di akhir 2017 ini.

"Jembatan di JLS (Jalan Lingkr Selatan), jembatan Piranha di sekitar TPU (Tempat Pemakaman Umum) Makam Balung, dan jembatan di Semandaran akan selesai tepat waktu di akhir tahun 2017. Kemarin saya sudah koordinasi dengan PPTK (Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan)," akunya.

Ia menjelaskan, ada kesan lambat dalam pengerjaan, akibat pembakaran jembatan yang dilakukan lebih awal untuk mengukur ujung antar pilar.

"Memang terkesan lambat, karena jembatan yang lama dibongkar lebih awal untuk mengukur abutment (bangunan pondasi ujung antar pilar), karena kan ukurannya harus pas. Barulah dipesan. Kalau (segmental block-red) dipesan dulu sebelum dibongkar, akan susah. Karena kan produk pabrikasi itu susah memotongnya,” jelasnya.

Ia mengaku, sangat memaklumi dampak yang dirasakan warga dan pengendara atas pembangunan sebuah jembatan.

“Pola pembangunan jembatan yang sedang kita lakukan itu beda-beda. Seperti antara jembatan yang di JLS dan Makam Balung, itu beda. Kalau di JLS itu hanya bagian atasnya saja, kalau jembatan yang di Makam Balung itu harus dibongkar semua, barulah material dipesan,” tandasnya.(Dd) 
Editor : Wulan

Post a Comment

 
Top