NC, Sejarah - Gedung Rumah Dinas (Rumdin) Walikota Cilegon, yang berada di lingkungan Jombang Wetan, kelurahan Jombang Wetan, kecamatan Jombang, merupakan saksi bisu pertempuran Geger Cilegon 1888.
Pasalnya gedung yang sekarang masih berdiri kokoh tersebut merupakan warisan dari kolonial Belanda yang masih tersisa. Dahulu gedung tersebut merupakan kantor pemerintahan Belanda, tingkat kawedanaan yang ada di Cilegon.
Konon katanya diarea gedung yang sekarang telah banyak mengalami renovasi tersebut ada sebuah terowongan bawah tanah, yang berfungsi sebagai bungker/tempat bersembunyi orang Belanda.
Dibuatnya Bungker tersebut karna dimasa itu orang Belanda mengalami trauma akibat serangan dari warga pribumi disaat meletusnya Geger Cilegon. Sehingga jika ada keributan sekecil apa pun yang tersiar, orang-orang Belanda pada masa itu merasa sangat ketakutan.
Wajar jika mereka merasa takut, karena dipusat kota itu pernah terjadi pembantaian para pejabat pemerintah Belanda, dan tidak ada satu pun yang selamat. Terlebih lagi ditemukannya jasad petinggi Belanda di pintu masuk/gerbang gedung yang sekarang menjadi Rumdin Walikota Cilegon dalam keadaan yang sangat mengerikan, badan dan kepalanya terpisah
Meski adanya desas desus bahwa Bungker tersebut kedalamannya sampai dengan stasiun kereta api Cilegon, namun cerita itu hanya sebagai obrolan dikalangan warga, karna baik dalam catatan sejarah atau tinjauan langsung tidak ada bukti yang menguatkan akan hal tersebut. Terlebih lagi ruangan yang mirip Bungker, yang pernah penulis lihat puluhan tahun lalu itu sudah tidak ada lagi, bahkan sebuah bangunan yang ada diatasnya pun sudah dirobohkan dan diganti dengan bangunan baru.
Penulis : Bambang Irawan
Editor. : Dede Irawan


Post a Comment