NC, Sejarah - Sebagian dari kita warga Kota Cilegon, tidak pernah tau akan sejarah terjadinya Cilegon Lautan Api. Ketika meletusnya peristiwa Geger Cilegon 1888, dimana dalam peristiwa tersebut Belanda marah karena sempat dihalang-halangi warga dalam pencarian para pejuang dalam peristiwa tersebut, dan membakar sebagian daerah di kota Cilegon.
Memang tidak mudah mencari dan menemukan mereka yang terlibat dalam peristiwa perlawanan yang dipimpin oleh para kiya itu. Karena masyarakat lebih banyak bungkam akhirnya tindakan represif dengan cara membakar desa-desa yang dianggap sebagai basis para pemberontak.
Dari beberapa desa yang dibakar, yang sekarang desa di Lingkungan Kedung, kelurahan Panggungrawi, kecamatan Purwakarta adalah desa yang paling parah mengalami penghancuran oleh kekuasaan penjajahan.
Perlu diketahui Peristiwa Geger Cilegon adalah satu-satunya peristiwa perlawanan terbesar bangsa Indonesia terhadap pemerintahan kolonial Belanda. Oleh karenanya sangat wajar, paska peristiwa itu terjadi sempat membuat orang-orang Eropa dihantui perasaan takut.
Bukan saja mereka yang tinggal di wilayah Banten saja, bahkan yang jauh dari pusat peristiwa ini terjadi pun mengalami hal yang sama. Sampai bertahun-tahun kaum penjajah itu merasakan kekhawatiran akan terjadi lagi kejadian yang sangat mengerikan tersebut.
Peristiwa pembantaian para pejabat pemerintah kolonial Belanda yang ada di Cilegon ini merupakan sejarah paling buruk bagi bangsa Eropa setelah ratusan tahun berjaya mengangkangi persada nusantara.
Kejadian ini juga telah membuka mata dan sikap waspada, ternyata bangsa yang mereka anggap lemah ini ternyata mampu memberikan perlawanan. Bahkan diluar dugaan, perlawanan tersebut sempat membuat lumpuh sebuah pemerintahan afdelingen.
Oleh karenanya cukup wajar ketika pemerintah kolonial Belanda mengerahkan seluruh kekuatannya.Bahkan pasukan yang ada di pusat (Batavia) pun diterjunkan untuk mencari dan menangkap siapa saja yang dicurigai, hingga berujung pada pembakaran desa-desa tersebut.
Dengan diangkatnya kisah sejarah yang telah terkubur dan terlupakan ini, semoga masyarakat Cilegon bangga jika para leluhur mereka dianggap sebagai pemberontak oleh pemerintah kolonial Belanda.
Dengan demikian kita akan mengingat serta mengenang kembali para pemberontak, yaitu orang-orang tidak pernah mau tunduk pada penjajah dan orang-orang seperti itu juga pernah ada di bumi nusantara ini, tepatnya disebuah kota yang kini dikenal dengan sebutan Kota Baja ini.
Penulis : Bambang Irawan
Editor. : Dede Irawan


Post a Comment