![]() |
| Lokasi gambar : Makam Balung |
Makam Balung adalah nama sebuah tempat pemakaman umum yang lokasinya berada lingkungan Tegal Cabe. Makam tersebut awalnya adalah merupakan makam pindahan dari lokasi yang dijadikan sebagai kawasan industri berat PT. Krakatau Steel. Dan berdasarkan data sejarah yang penulis ketemukan, diperkirakan bahwa sekitar tempat itulah salah seorang pejabat pemerintah Belanda dan istrinya dibunuh.
Pada saat peristiwa Geger Cilegon terjadi, seluruh pejabat pemerintah yang berada di Cilegon diburu dan dibunuh. Bahkan termasuk beberapa anggota keluarganya pun turut menjadi korban dalam peristiwa itu. Oleh karenanya sangat wajar, jika akibat dari terjadinya peristiwa itu sempat membuat trauma serta menimbulkan rasa ketakutan bagi orang-orang Eropa yang tinggal di wilayah pulau Jawa.
Pada saat peristiwa itu terjadi, para pejabat pemerintah berusaha menyelamatkan diri dari pengejaran para pemberontak. Namun upaya mereka sia-sia sebab dihari naas itu tidak ada tempat untuk mereka berlindung apalagi untuk menyelamatkan diri.
Kemana pun mereka lari akan selalu dikejar dan dihajar tanpa ampun. Sebab hari itu merupakan hari pelampiasan kemarahan rakyat terhadap penjajahan yang dilakukan oleh bangsa Eropa terhadap kaum pribumi yang berjalan sampai ratusan tahun lamanya.
Ketika peristiwa Geger Cilegon meletus, salah seorang yang menjabat sebagai Kepala Pengeboran, bernama Mr. Grondhout dan istrinya kemudian meninggalkan rumahnya serta berusaha untuk meloloskan diri untuk keluar dari Cilegon.
Sampai di Temuputih ia bertemu dengan Sadi, opas Asisten Residen, namun Sadi tidak ikut melarikan diri dan hanya menunjukan jalan setapak melalui perkebunan tebu. Akan tetapi justru disekitar perkebunan tebu itulah akhirnya ia terbunuh.
Rupanya pelarian kedua suami istri itu masih belum beruntung, ia meregang nyawa ditangan orang-orang yang mengejarnya, mereka adalah Lurah Kasar, Haji Masna dari Pecek, Sarip dari Kubangkepuh, Haji Hamim dari Temuputih dan Haji Kamad dari Pecek.
Dengan diangkatnya kembali peristiwa sejarah ini, penulis berharap semoga menjadi inspirasi bagi siapapun nantinya yang akan menjadi pimpinan di kota Cilegon ini untuk membangun sebuah monumen peringatan agar nama-nama para pejuang Geger Cilegon itu tidak terkubur dan terlupakan begitu saja. Amin.
Penulis : Bambang Irawan




Post a Comment