NC, Cilegon - Aparatur Kecamatan Jombang menyayangkan kafilahnya yang merupakan asli warga setempat, justru mendaftar di wilayah kecamatan lain, meskipun hal tersebut tidak melanggar aturan dalam Musabaqah Tilawatil Qur'an (MTQ) tingkat Kota Cilegon tahun 2018.
Hal tersebut disampaikan langsung oleh Camat Jombang, Agus Ariyadi, usai menggelar rapat koordinasi persiapan MTQ tingkat Kota Cilegon tahun 2018, yang digelar di kantor kecamatan setempat, Senin (19/2/18).
Agus menerangkan, hampir seluruh cabang lomba MTQ telah terisi kafilahnya, namun hanya cabang dengan kategori kafilah Cacat Netra (Canet) saja yang belum terpenuhi di seluruh kecamatan yang ada di Kota Cilegon.
"Kami bersyukur banyak potensi kafilah disini. Namun disayangkan saja ada kafilah yang diambil kecamatan lain, meskipun tidak melanggar aturan. Padahal mereka merupakan warga Kecamatan Jombang, dan pasti membutuhkan segala sesuatu kesini. Dimana rasa bela daerah mereka," tuturnya.
Meskipun begitu, Agus tetap optimis untuk mengejar target juara umum MTQ tingkat Kota Cilegon tahun 2018. Dimana, pihaknya bangga memiliki kafilah putra-putri dalam cabang tahfidz Qur'an 30 juz, yang sulit didapatkan di kecamatan lain.
"Kafilah tersebut asli warga sini. Jika Kecamatan Jombang berhasil meraih juara umum, tentu akan dapat hadiah khusus dari pribadi saya sendiri," paparnya.
Sementara terkait persiapan pawai ta'aruf, pihaknya sudah membayangkan peserta perwakilan dari Kecamatan Jombang yang akan hadir untuk memeriahkannya. Dimana, akan ada sekitar 2000 hingga 3000 peserta.
"Semua elemen masyarakat akan kami turunkan bersama-sama untuk menunjukkan syiar Islam di Kota Cilegon, yang sebagian besar beragama Islam," singkatnya.
Ditambahkan, salah satu kafilah cabang tahfidz Qur'an 30 juz, Ratu Yuni Maulida, dirinya sudah siap mengikuti cabang lomba tersebut, meskipun baru pertama kali mendaftar.
"Baru tahun 2018 ini saya daftar dan persiapannya biasa saja. Semoga bisa mengharumkan nama baik," katanya. (wulan)


Post a Comment