NC, Cilegon – Angka terjadinya kebakaran di Kota Cilegon sepanjang tahun 2017 ini semakin meningkat. Berdasarkan data yang diungkap oleh Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Kota Cilegon, sejak Januari hingga 30 September kemarin jumlah kebakaran telah mencapai sebanyak 52 kasus.
Kasi Penyelamatan Evakuasi dan Perlindungan Hak Sipil pada DPKP Cilegon, Ivan Zaenudin mengatakan melihat data kasus kebakaran di tahun 2016 lalu kejadian sebanyak 37 kasus. Artinya angka kebakaran di tahun 2017 ini telah meningkat sebanyak 15 kejadian dari tahun lalu.
“Tapi untuk korban menurun. Tahun lalu 1 orang meninggal, 8 orang luka bakar dan 1 orang sesak nafas. Tahun 2017 ini 1 orang korban luka bakar, dan 4 orang luka-luka,” ujarnya, Jumat (29/9/17).
Ia menjelaskan dari 52 kasus terjadinya kebakaran di 2017 ini, kerugian yang ditimbulkan ditaksir mencapai Rp 6,6 miliar. Kata dia, penyebab kebakaran didominasi oleh arus pendek listrik. Sedangkan penyebab lainnya seperti, gas, kompor, rokok, petasan, pembakaran sampah dan alang-alang.
“Bulan ini Cilegon masih musim panas, sehingga beberapa pemukiman terutama yang padat penduduk dengan bangunan semi permanen menjadi mudah terbakar. Pengecekan rutin pada alat-alat listrik, kompor gas dan lainnya harus lebih diintensifkan guna menghindari terjadinya kebakaran,” tuturnya.(*)


Post a Comment