NC, Profil - Dibalik prestasi yang telah banyak dicapai Brigadir Polisi Kepala (Bripka) Munif, yang merupakan Bintara Pembina Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Babinkantibmas) Kelurahan Jombag Wetan, Kecamatan Jombang, ternyata Ia berasal dari desa terpencil.
Bripka Munif menceritakan jika ia berasal dari Desa Karang Junti, yang berada di perbatasan Cirebon-Brebes.
Dengan tekad kuat dalam pengabdiannya kepada masyarakat dan negara, usaha yang dilakukannya tidak pernah sia-sia. Hal tersebut dilihat dari pencapaian prestasinya, antara lain pin emas, juara satu polisi teladan tingkat Kepolisian Daerah (Polda) Banten tahun 2017, juara 1 uji kompetensi Babinkantibmas tingkat Kepolisian Resort (Polres) Cilegon tahun 2016, dan juara 2 Babinkantibmas Polres Cilegon tahun 2012.
Dari raihan prestasi tersebut, ternyata Munif memiliki pengalaman pendidikan yang begitu sulit. Sebab, pandangan warga terhadap ketertarikan menuntut pendidikan yang tinggi di desanya sangatlah rendah.
"Warga di lingkungan kami kebanyakan petani. Sehingga untuk pendidikan anak sekolah tidak menjadi mayoritas, karena mereka berpikir jika pendidikan tinggi ujung-ujungnya hanya jadi petani," katanya.
Dengan pola pikir tersebut akhirnya membuat lelaki kelahiran 1984 itu, menambah semangatnya untuk lanjut sekolah dan membuktikan kepada warga setempat, jika pendidikan sangatlah penting.
"Saya sempat berhenti satu tahun sekolah setelah lulus SMP (Sekolah Menengah Pertama). Akhirnya saya bersemangat lagi, sebab untuk membuktikan pentingnya pendidikan kepada warga, dan Alhamdulillah bisa melanjutkan sekolah hingga jenjang SMA (Sekolah Menengah Atas)," jelasnya.
Lanjut Munif, saat akan melanjutkan pendidikan kepolisian, warga sekitar sempat menuduh ia akan mencalonkan kepala desa.
"Mereka menganggap pendidikan saya tinggi, dan sampai berpikiran saat saya tengah membawa map untuk daptar pendidikan kepolisian, akan mencalonkan kepala desa. Lalu, saat akan pengumuman kelulusan tes kepolisian saya baru meminta restu warga," akunya.
Setelah Ia menjadi polisi, akhirnya warga desa tersebut mulai menjadikan pendidikan bagi anak-anak di lingkungannya sangatlah penting.
"Sejak saya bisa membuktikan kepada warga jika pendidikan lebih tinggi, bisa merubah generasi muda menjadi lebih baik," tutupnya.(Dd)
Editor : Wulan


Post a Comment