NC, Kota Cilegon - Keberadaan Ojek Online di Kota Cilegon menyebabkan konflik dengan ojek pangkalan (Opang), Permasalahan ini dianggap makin serius, sehingga Pemerintah Kota (Pemkot) Cilegon, memanggil management Ojek Online
Agar konflik tersebut tidak semakin meruncing, pada selasa (5/9/2017), Pemkot Cilegon mengadakan rapat tertutup, Rapat dilakukan di Ruangan Asda II, dihadiri pihak Ojek Online.
Kasubag Perhubungan Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Cilegon Abdulrohman mengatakan, dilakukan pertemuan tertutup tersebut guna mengantisipasi, segala hal yang kemungkinan terjadi atas permasalahan ojek online dan opang.
"Rapat ini kita lakukan untuk mencari solusi, atas persoalan yang terjadi antara ojek online dan opang, ini juga merupakan respon pemerintah atas aksi opang yang mendatangi gedung DPRD Kota Cilegon," katanya.
Lebih lanjut Abdulrohman menjelaskan ojek online selama ini beroprasi, belum pernah berkomfirmasi dengan pemerintah setempat, untuk itu ojek online mesti melakukan ekspose terkait perusahan mereka.
"Mereka mesti memaparkan bagaimana persedurnya, bukan ujug-ujug beroprasi, kita akan minta kesiapan mereka untuk ekspose," jelasnya.
Abdulrohman mengaku, agar persoalan ini tidak menjadi mis persepsi, pihak akan melakukan mediasi antara ojek online dan opang.
"Selain ojek online di minta pemaparan, kita juga akan melakukan mediasi, agar tidak ada lagi mis persepsi diantara keduanya,"pengakuannya.(Sd)


Post a Comment