NC, Cilegon - Kondisi betonisasi di Jalan Lingkar Selatan (JLS) yang baru diperbaiki sekitar tahun 2015 atau dua tahun yang lalu, namun saat ini nampak keadaannya banyak yang rusak.
Hal itu membuat pengguna jalan mempertanyakan kualitas pembangunan betonisasi di JLS.
Seperti yang diungkap Ketua Organisasi Masyarakat Gabungan Pengusaha Samangraya (Ormas GPS), Subaedi Abdul Mutholib, yang prihatin melihat kondisi kualitas betonisasi di JLS yang belum saja lama diperbaiki sudah rusak.
"Saya perhatikan beton yang terbilang umurnya masih muda, sudah pada retak," ungkapnya, Sabtu (25/11/17).
Pria yang biasa disapa Kang Bedi itu, menilai ada beberapa faktor yang membuat lapisan beton di ruas JLS menjadi rusak.
"Perencanaan yang kurang matang atau tidak adanya saluran air di kiri-kanan jalan. Sehingga banyak air yang tergenang saat hujan, kendaraan yang melebihi muatan, kapabilitas kontraktor, dan lainnya yang cepat membuat rusak betonisasi," jelasnya.
Meskipun begitu, Bedi bangga dengan adanya akses JLS tersebut. Sebab, keberadaannya banyak memiliki manfaat yang dirasakan warga Cilegon.
"Saya berharap, seluruh elemen masyarakat dapat menjaga hasil pembangunan JLS tersebut, karena manfaat kepada masyarakat sangat banyak," harapnya. (Dd)
Editor : Wulan


Post a Comment