NC, Cilegon - Panglima Garda Al-Khairiyah Kota Cilegon M. Ibrohim Aswadi mengecam keputusan presiden Amerika Donal Trump, yang mengakui Yurussalem sebagai ibu kota Israel, menurutnya keputusan tersebut dianggap sangat gegabah
Hal ini dikarnakan paska keluarnya keputusan tersebut, kondisi belahan dunia semakin tidak kondusif, dan situasi gelobal semakin memanas.
"Kami Garda Al-Khairiyah mengutuk keras sikap Donal Turun tersebut, dan meminta agar keputusan tersebut segera dicabut," katanya saat ditemui wartawan Minggu (10/12/17)
Menurut Ibrohim keputusan tersebut menambah dampak buruk atas penderitaan rakyat Palestina yang selama ini sudah menderita.
"Kebijakan tersebut sangat bertentangan dengan sejumlah resolusi Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) selama lebih dari 50 tahun terakhir, akan kebebasan dan kemerdekaan setiap bangsa," tuturnya
Untuk itu Ibrohim meminta agar NGO dan Organisasi kemasyarakatan/Civil Societes segera bergerak untuk melawan kebijakan anti kedamaian dan anti kemanusiaan yang dilakukan orang nomer satu di Amerika tersebut.
"Dan PBB segera mengadakan sidang Umum untuk memberikan sangsi kepada presiden negara Paman Sam yang telah membuat situasi global menjadi tidak kondusif, dan agar negara-negara di dunia bersikap tegas dan bersatu dengan memboikot kebijakan negara yang selalu membela Israel," tegasnya.(Dd)


Post a Comment