close



NC, Cilegon - Berbicara tentang peristiwa Geger Cilegon tak bisa dilepaskan dari eksistensi kesultanan Banten, bahkan sangat erat kaitannya. Oleh karenanya apabila kita berbicara tentang Geger Cilegon harus diawali dari runtuhnya kesultanan Banten. 

Banten adalah satu-satunya kerajaan/kesultanan yang diruntuhkan oleh pemerintahan kolonial Belanda. Pada masa yang lalu, Indonesia masih terbagi serta terdiri dari beberapa kesultanan dan kerajaan-kerajaan. Namun ketika penjajahan makin kencang mencengkeram kekuasaannya diseluruh wilayah kepulauan nusantara ini, akhirnya seluruh kesultanan dan kerajaan berada dibawah kekuasaan Belanda. 

Ketika pemerintahan kolonial Belanda terbentuk, para raja dan sultan tak ubahnya sebagai pegawai pemerintah Belanda. Pada masa itu kesultanan menjadi bagian dari struktur pemerintahan kolonial. 

Karena pada masa itu wilayah yang dianggap paling membandel adalah Banten, maka kesultanan Banten pun dihancurkan oleh penjajah, baik secara fisik mau pun secara struktur pemerintahannya. Sehingga akhirnya hanya Banten sendiri lah yang kemudian tidak mempunyai sultan pada saat Indonesia mendapatkan kemerdekaannya. 

Oleh karenanya sekarang masyarakat Banten hanya mengenal Hasanudin, sultan Banten yang terdahulu. Bahkan sultan Banten yang terakhir pun jarang ada yang mengetahui. Berbeda misalnya dengan masyarakat Yogyakarta, yang lebih mengenal sultan sekarang ketimbang sultan sebelumnya. 

Karena masyarakat Banten tidak mempunya sultan, tentu saja hal ini sangat berpengaruh pada kehidupan sosial budaya. Masyarakat Banten sangat merasakan hidup didalam pemerintahan asing, karena pemimpin/sultan tempat mereka mengadu tidak ada lagi. 

Pada waktu itu lebih dari setengah abad masyarakat Banten tidak punya pemimpin. Dengan demikian timbulah perasaan untuk memberontak, terhadap pemerintahan yang kala itu memang dianggap kafir. 


Tepat setelah 75 tahun kesultanan Banten diratakan dengan tanah dan dihapuskan oleh kekuasaan penjajah, pada hari itu terjadi gerakan perlawanan merebut kemerdekaan dari pemerintah kolonial Belanda. Dan dipagi hari itu pula, di Jombang Wetan Cilegon telah dinobatkan seorang raja untuk wilayah Banten. Namun sayang, kekuasaannya itu tidak berlangsung lama, karena keesokan harinya kekuasaan kerajaan Banten yang baru itu dapat direbut kembali oleh kekuasaan penjajah. 

Penulis sering ngaja mengangkat kisah sejarah ini agar bangsa Indonesia mengetahui akan peristiwa sejarah yang pernah ada. Dimana Belanda pernah berupaya memindahkan kesultanan Banten ke Anyer tidak berhasil malah menghancurkannya. Dan sesudahnya justru para kiyai sempat mendeklarasikan sebuah kerajaan Banten yang baru di Cilegon walau hanya bertahan sehari saja.

Penulis : Bambang Irawan

Post a Comment

 
Top