close



NC, Sejarah - Penjajahan yang dilakukan oleh bangsa Eropa terhadap bangsa Indonesia pada masa lalu berlangsung sangat lama dan dalam kurun waktu yang sangat panjang. Namun kenangan pahit itu nampaknya terlupakan begitu saja karena sudah terobati dengan jargon semangat perjuangan merebut kemerdekaan yang digaungkan setiap menjelang Agustusan. 

Padahal sejarah adalah sebuah peristiwa yang harus dikenang, karena dari sejarah itu sebuah bangsa dapat belajar untuk menghadapi tantangan dimasa depan. Begitu juga dengan pahit getirnya catatan sejarah bangsa Indonesia yang ratusan tahun begitu setia dan patuh pada penjajah. 

Suka atau tidak suka memang itulah fakta sejarah yang kita punya. Selama dalam cengkeraman pemerintahan kolonial Belanda tidak pernah ada sebuah upaya untuk merebut kemerdekaan dari penjajah. Dan satu-satu gerakan perjuangan untuk merebut kemerdekaan hanyalahbperistiwa yang terjadi pada tanggal 9 Juli 1888, atau yang dikenal dengan peristiwa Geger Cilegon.

Tapi sayangnya kisah sejarah perlawanan terbesar bangsa Indonesia ini terlupakan begitu saja tanpa ada upaya untuk mengenangnya. Bahkan nama-nama para kiyai dan ratusan pengikutnya terlupakan begitu saja. Jangankan di kota lain, di Cilegon sendiri para pejuang Geger Cilegon itu kurang mendapat perhatian.

Dalam pengamatan saya (penulis), nama-nama jalan yang ada di kota Cilegon ke banyakan diambil dari nama-nama bunga, rempah-rempah atau nama-nama ikan. Padahal seharusnya nama para pejuang Geger Cilegon itu lah yang diabadikan sebagai nama-nama jalan yang ada di kota Cilegon. 


Memang ada tiga nama pejuang Geger Cilegon yang sudah diabadikan menjadi nama jalan, yaitu; Jalan KH. Tubagus Ismail,  Jalan Ki Wasid dan Jalan H. Ishak di Saneja. Haji Iskak (H. Ishak)  adalah salah seorang pemimpin pejuang Geger Cilegon yang tinggal di Saneja. Dan Saneja pada waktu peristiwa itu berlangsung menjadi tempat berkumpul para pejuang sebelum menyerang. 

Fakta yang penulis ketemukan adalah nama-nama jalan yang berada di kawasan PT. Krakatau Steel, disana terdapat nama jalan yang diambil dari nama benua. Padahal dilokasi tersebut pernah dijadikan tempat persembunyian para pejuang Geger Cilegon pada saat dikejar-kejar oleh tetara Belanda. Diantaranya adalah Haji Usman, Haji Arbi, Haji Kasiman, Haji Nasiman, Haji Kola, Haji Jahli dan Haji Madani. 

Untuk Haji Madani dan Haji Hamim memang sudah diabadikan sebagai nama jalam dilingkungan komplek perumahan pejabat PT. Krakatau Steel, sedangkan untuk ratusan nama pejuang lainnya terkubur begitu saja tanpa ada yang peduli.

Penulis : Bambang Irawan

Post a Comment

 
Top