close


NC, Kejadian - Menyikapi surat aksi demo dari Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Banten Monitoring Perindustrian dan perdagangan (BMPP), PT Molycop melakukan mediasi di Rumah Makan Saung Grogol, Rabu (21/2/18).

Dalam mediasi tersebut, turut dihadiri Manager HRD PT Molycop Ahmad Nasrullah, Manager Produksi PT Molycop Gigin, Ketua Umum (Ketum) LSM BMPP Deni Juweni, dan pengurus LSM BMPP DPC Citangkil.

Koordinator Lapangan (Korlap) LSM BMPP, Basir mengatakan, pihaknya menuntut dua hal kepada PT Molycop.

"Pertama, perusahaan harus dapat mengakomodir tenaga kerja dari masyarakat lokal. Kedua, diberikan kesempatan masyarakat agar dapat ikut berperan dalam pengolahan limbah yang dilakukan perusahaan tersebut," katanya.

Di tempat yang sama, Ketum LSM BMPP atau yang akrab disapa Kang Jen menegaskan, tuntutan tersebut sepenuhnya demi kepentingan warga. Sehingga perusahaan diharapkan dapat memberikan kesempatan atas tuntutan tersebut.

"Kami memberikan waktu dua hari kepada perusahaan, untuk dapat memberikan jawaban atas tuntutan tersebut," tegasnya.

Sementara itu, Manager HRD PT Molycop, Ahmad Nasrullah mengaku, pihaknya akan bersinergi dengan masyarakat.

Mengenai tuntutan ketenagakerjaan, perusahaan akan mengutamakan masyarakat lokal, dengan juga melibatkan LSM BMPP.

"Jika ada kebutuhan tenaga kerja, saya akan utamakan masyarakat lokal dengan melibatkan LSM BMPP," akunya.

Sementara untuk kesempatan usaha, pihaknya akan mengajak pengurus LSM BMPP untuk meninjau lokasi pabrik, agar dapat mengetahui apa yang bisa digarap.

"Semua sesuai aturan dan prosedur, sehingga kita akan beri kesempatan pengurus BMPP untuk meninjau langsung usaha apa yang dapat dilakukan di dalam perusahaan," tutupnya. (Dd) 
Editor : Wulan

Post a Comment

 
Top