close


NC, Cilegon - Pernyataan Ketua Caretaker Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kota Cilegon, Deni Sumantri pada salah satu media, terkait mempersatukan dua kubu KNPI di pertanyakan Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) KNPI garis/ Fatsun Ali Hanifiah, Mohamad Fatoni.

Menurutnya, pernyataan tersebut tidak elegan. Pasalnya, Ia selaku ketua KNPI tidak disebut dalam pernyataan tersebut.

"Dalam pernyataan Deni di salah satu media online, dia tidak menyebutkan nama saya, hanya ada Sam'udi dan Opan Rangga Kurniawan. Akhirnya jelas saya mempertanyakan pernyataan tersebut," katanya.

Lebih lanjut, pria yang akrab disapa Bung Toni, menjelaskan, jika yang dimaksud dua kubu tersebut adalah Fatsun Rano Alfat, sebaiknya Deni mempertegas pernyataannya.

"Jika yang dimaksud Deni adalah Fatsun Rano Alfat, sebaiknya pernyataan tersebut diperjelas, dan jika maksud dalam pernyataan tersebut adalah KNPI secara menyeluruh, nama saya juga harus ada," katanya.

Bung Toni menjelaskan, sebaiknya pernyataan tersebut tidak menyebutkan kata kubu, dan lebih baik dualisme kepemimpinan.

"Penggunaan kata kubu ini seakan selama ini adanya perpecahan, dan saya pikir agar KNPI bersatu, tidak adalagi penyebutan dua kubu," jelasnya.

Meskipun demikian, Ia menyepakati, jika pemuda Kota Cilegon harus bersatu untuk membangun Kota Cilegon.

"Saya menyepakati, jika pemuda Kota Cilegon harus bersatu untuk mendukung program pemerintah yang membangun, dan tidak adalagi pengotak-ngotakan kepemimpinan," harapnya. (Dd)
Editor : Wulan

Post a Comment

 
Top