NC, Cilegon - Seorang guru Pendidikan Kewarganegaraan (PKN) di SMP Satap Bulakan Mancak, berinisial YT (36), yang menjadi korban pelecehan seksual oleh salah satu rekan gurunya, berinisial UB, akan melaporkan kasusnya kepada Bupati Serang, Ratu Tatu Chasanah, pada 13 Maret 2018.
Hal tersebut diungkapkan YT, yang turut didampingi oleh kakak ipar, serta perwakilan dari Banten Education Watch dan Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) BMP (Banten Monitoring Pendidikan), di Krakatau Jungle Park, Senin (12/3/18).
Dalam klarifikasinya terhadap pemberitaan di media lain, YT seolah-olah difitnah dan tersudutkan oleh pelaku. Padahal, YT berusaha untuk tidak mempublikasikan masalah ini, dan pelaku cukup meminta maaf kepada keluarga maupun suami YT. Namun hal tersebut justru diacuhkan oleh pelaku.
"Saya dan pelaku awalnya tidak pernah ada masalah. Namun ia sudah mulai aneh, setelah pergi ke hajatan. Dimana, saya dibonceng naik motornya, meskipun saya sempat menolak karena kondisi jalan yang rusak dan terjal," ungkapnya.
Setelah dibonceng tersebut, beberapa hari kemudian, UB mulai menunjukan sikap yang agresif kepada YT, seperti tiba-tiba merangkul, bersalaman secara berlebihan, sering mengejek hubungan YT dan suaminya yang jarang pulang karena sibuk bekerja di luar.
"Semakin kesini kenapa pelaku semakin kelewatan. Hingga pada puncaknya tepatnya 10 Februari 2017, saat saya tengah browsing sambil sarapan, tiba-tiba UB memeluk saya dari belakang hingga meremas payudara. Sontak saya langsung menjerit dan keluar ruang guru untuk mencari perlindungan," paparnya.
Namun tidak ditemukan guru di sekitar, akhirnya YT bermaksud pulang sambil menangis selama perjalanan. Hingga ketika turun hujan lebat, akhirnya YT berteduh dan bertemu rekan kerjanya dan diarahkan untuk melapor kepada Kepala SMP Satap Bulakan Mancak. Namun disayangkan, selama proses penyelesaian kasus tersebut, YT justru diintimidasi oleh kepala sekolah, rekan guru, komite sekolah, hingga pelaku untuk memaafkan dan melupakan kasus tersebut.
"Padahal saya hanya ingin pelaku dan keluarganya meminta maaf kepada keluarga dan suami saya. Namun dalam rapat guru, mereka justru mengintimidasi saya untuk memaafkan pelaku saat itu juga. Pelaku hanya berkata khilaf dan minta maaf. Ditambah lagi berita di media, justru memberitakan kronologi yang tidak benar. Kalau sudah begini bukan permintaan maaf saja yang sayang inginkan, melainkan sanksi," katanya.
Ditambahkan Kakak Ipar YT, Agus, pihaknya sudah melapor kepada Dinas Pendidikan (Dindik) Kabupaten Serang. Namun masih belum ada tindak lanjut. Sehingga akan mendatangi Bupati Serang, supaya ada perhatian lebih terhadap kasus pelecehan seksual tersebut, dan tidak terulang lagi.
"Ternyata pelecahan ini bukan hanya kepada adik ipar saya saja. Setelah saya ke lokasi, ternyata benar adanya korban lain sesama rekan guru. Namun tidak ingin dipublikasi. Korban tersebut mengaku suka dicubit atau diremas bokongnya," ungkapnya.
Di tempat yang sama, perwakilan dari Banten Education Watch, Luthfi Abdullah mengapresiasi YT, lantaran tidak ingin memperpanjang masalah ke ranah hukum, dan berani melaporkan ke Dindik Kabupaten Serang untuk diselesaikan secara kekeluargaan.
"Seharusnya sikap dari YT ini diapresiasi Pemerintah Kabupaten Serang. Sebab, jarang korban ingin melaporkan kasus ini," tutupnya. (wulan)


Post a Comment