NC, Cilegon - Alat deteksi dini terjadinya bencana tsunami milik Pemerintah Kota Cilegon belum memadai. Hal itu diakui oleh Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Cilegon Rasmi Widyani.
"Kita punya dua, tapi sudah rusak dan perlu di setup ulang. Satu titik berada di Ciwandan, dekat SMPN 9 dan satu titik lainnya berada di Grogol, depan Kantor Imigrasi," ujar Kepala BPBD Kota Cilegon, Rasmi Widyani, belum lama ini.
Saat ini, sambung Rasmi, untuk alat deteksi dini tersebut Pemkot Cilegon bergantung kepada industri-industri yang ada.
"Diupayakan terintegrasi dengan industri. Kalau ada kejadian kita juga akan menyuarakannya ke radio-radio agar masyarakat mengetahui," tuturnya.
Sekretaris Daerah Kota Cilegon, Sari Suryati mengatakan kegiatan ARDEX akan dilaksanakan pada tahun 2018 m. Waktu dan tempatnya belum ditentukan.
"Ini merupakan langkah positif dalam menciptakan Kota Cilegon yang memiliki kesiapan serta ketangguhan dalam menghadapi bencana," ucapnya.
Sari menjelaskan Kota Cilegon merupakan sebuah kota yang berada di ujung Barat laut Pulau Jawa, ditepi Selat Sunda. Jadi wajar jika memiliki tingkat kerawanan bencana yang sangat tinggi.
"Kota Cilegon juga merupakan kota dengan tingkat pertumbuhan ekonomi yang sangat tinggi, yang didominasi oleh pertumbuhan industri berat dan petrokimia yang cukup pesat, untuk itu perlu penanganan khusus jika terjadi bencana," katanya. (RAS)


Post a Comment