close


NC, Cilegon - Kepala Badan (Kaban) Penyelenggara Jaminan Kesehatan (BPJS) Kota Cilegon, Aang Muhammad Muhyi kepada News Cilegon, mengatakan dari seribu perusahan yang terdata di Kota Cilegon, ternyata sebanyak 200 perusahan yang belum mendaftarkan karyawannya ke BPJS kesehatan.

"Dari seribu perusahan, baru delapan ratus perusahan yang mendaftarkan pekerjanya (karyawan-red)," katanya, Selasa (19/9).

Aang mengaku, semestinya perusahaan wajib mendaftarkan karyawannya kepada perusahan. Namun dengan alasan keuangan, perusahan tersebut belum mendaftarkan jaminan kesehatan untuk karyawannya.

"Mungkin alasan mereka karena pemasalahan keuangan. Sebab, selain BPJS Kesehatan, perusahan harus mendaftar BPJS ketenagakerjaan juga. Tetapi pekerja mendapatkan tunjangan kesehatan itu merupakan suatu kewajiban," pengakuannya.

Sementara itu ditambahkan Aang, Pemerintah Kota Cilegon berencana akan mendaftarkan 3000 warga Kota Cilegon, Program Jaminan Kesehatan Daerah (Jamkesda).

"Jumlah peserta BPJS Kesehatan di Kota Cilegon saat ini sebanyak 308.000, dari jumlah penduduk Kota Cilegon yang mencapai 451.000 jiwa. Lalu, Dinsos (Dinas Sosial) Kota Cilegon saat ini sudah mendaftarkan warganya sebayak 3000 orang untuk masuk dalam Jamkesda," katanya.(Dd)
Editor : Wulan

Post a Comment

 
Top