NC, Pulomerak - Pengurus Truk (Petruk) yang beraktivitas di area pintu masuk kendaraan Pelabuhan Merak, merasa kesal jika akses menuju mushola Al-Miza yang berada di dalam Stasiun Kereta Api Merak tidak ada, saat ketika hendak melakukan ibadah salat.
Dikatakan anggota Petruk, Shaury, Mushola Al-Mizan merupakan satu-satunya mushola yang mudah diakses dari timbangan PT Angkutan Sungai, Danau, dan Penyeberangan (ASDP).
"Ada mushola di dalam PT ASDP, tapi menurut saya tidak layak. Sebab kiblatnya saja menghadap ke toilet umum," katanya, Selasa (24/10/17).
Mushola yang sudah berdiri 14 tahun tersebut, dahulu dibangun untuk kepentingan ibadah pegawai PT ASDP. Namun saat ini, akses jalan menuju mushola tersebut sudah tidak ada.
"Dibatasi tembok besar, sehingga untuk menuju ke mushola harus menggunakan tangga. Seharusnya PT ASDP membuat akses jalan. Jika khawatir digunakan untuk hal yang tidak baik, sebaiknya akses tersebut buka tutup hanya untuk salat saja," tegasnya.
Shaury berencana, akan menyelenggarakan hari jadi Mushola Al-Mizan ke-14 pada 1 November 2017 mendatang.
"Jika tidak ada akses masuk, nanti pada acara hari jadi, tamu undangan akan melalui tangga yang berada di tembok," katanya.
Tidak adanya akses masuk ke dalam stasiun kereta tersebut, sering kali disesali penumpang kereta. Pasalnya, untuk menuju stasiun penumpang harus berjalan menyusuri rel kereta.
"Ini kan bahaya jika ada kereta lewat, kita penumpang harus berlarian," ungkapnya. (Dd)
Editor : Wulan


Post a Comment