NC, Kota Cilegon - Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Pulomerak, Forum Pembela Islam (FPI), Samsul Bahri, menyikapi pernyataan Pelaksana Tugas (Plt) Walikota Cilegon, Edi Ariyadi, terkait penutupan tempat hiburan malam yang masih memikirkan tenaga kerja di tempat hiburan tersebut.
Menurut Bahri, masalah pengangguran yang diakibatkan oleh tutupnya tempat hiburan masih banyak solusi atas itu semua. Jika Pemerintah Kota Cilegon serius untuk menutup tempat yang dijadikan sarang maksiat tersebut.
"Pemerintah punya Dinsos (Dinas Sosial) Kota Cilegon yang dapat menampung pekerja di tempat tersebut, atau Pemerintah Kota Cilegon dapat mempekerjakan mereka dengan memberikan pelatihan dan usaha," katanya, Rabu (01/11/17)
Bahri menegaskan, pihaknya akan terus mendesak Pemerintah Kota Cilegon untuk segera melakukan penutupan tempat hiburan.
"Imbas dari tempat hiburan malam akan merusak generasi penerus. Sehingga Pemerintah Kota Cilegon jangan banyak alasan untuk menutup tempat tersebut," tegasnya.
Bahri mengaku, Jika Pemerintah Kota Cilegon tidak tegas, maka FPI lah yang akan melakukan tindakan.
"Jika Pemerintah Kota Cilegon tidak tegas untuk menutup tempat hiburan, maka jangan salahkan kami. Jika kami yang akan melakukan swiping," akunya. (Dd)
Editor : Wulan


Post a Comment