close

NC, Gerogol - Warga lingkungan Cikuasa, Kelurahan Gerem, Kecamatan Grogol, beserta pengendara mengeluhkan bau menyengat yang diduga dari salah satu perusahan di lingkungan tersebut.

Dikatakan salah satu pengendara yang melintas, Wahyu, bau tersebut sudah megganggu pengendara bermotor. Selain itu, dirinya juga sempat terkena cipratan air yang mengenai wajahnya.

"Selain bau, ada juga air yang menyiprati ke wajah kami, apalagi helm kami terbuka. Saya duga itu cipratan bahan kimia dan khawatir berbahaya kepada kesehatan. Bau yang tidak sedap itu saya rasakan mulai dari Lingkungan Cikuasa hingga Kramat Raya," katanya, Senin (6/11/17).

Selain pengedara, Warga Cikuasa, Rohman mengaku bau tersebut. Sebab, diketahui sering kali terjadi, terutama jika sedang ada kapal yang bersandar dan melakukan aktivitas loding bahan kimia.

"Biasanya ini bahan kimia Acid dari pabrik kimia disini, terutama kalau ada kapal yang sedang loding bahan kimia ke tengki, bau asam pasti tercium, hingga warga yang tidak kuat ingin muntah," jelasnya.

Lebih lanjut, Ia menegaskan, agar perusahan di sekitar memiliki alat pengukur udara. Sehingga warga juga tidak lagi khawatir dengan bau dari bahan kimia tersebut.

"Dinas terkait seharusnya mendesak perusahan agar memiliki alat pengukur udara. Sehingga masyarakat awam seperti kita, tidak khawatir tingkat bahanya terhadap lingkungan dan manusianya sendiri," tegasnya.(Dd)
Editor : WulanWarga Gerem Keluhkan Bau Menyengat dari Pabrik

NC, Gerogol - Warga lingkungan Cikuasa, Kelurahan Gerem, Kecamatan Grogol, beserta pengendara mengeluhkan bau menyengat yang diduga dari salah satu perusahan di lingkungan tersebut.

Dikatakan salah satu pengendara yang melintas, Wahyu, bau tersebut sudah megganggu pengendara bermotor. Selain itu, dirinya juga sempat terkena cipratan air yang mengenai wajahnya.

"Selain bau, ada juga air yang menyiprati ke wajah kami, apalagi helm kami terbuka. Saya duga itu cipratan bahan kimia dan khawatir berbahaya kepada kesehatan. Bau yang tidak sedap itu saya rasakan mulai dari Lingkungan Cikuasa hingga Kramat Raya," katanya, Senin (6/11/17).

Selain pengedara, Warga Cikuasa, Rohman mengaku bau tersebut. Sebab, diketahui sering kali terjadi, terutama jika sedang ada kapal yang bersandar dan melakukan aktivitas loding bahan kimia.

"Biasanya ini bahan kimia Acid dari pabrik kimia disini, terutama kalau ada kapal yang sedang loding bahan kimia ke tengki, bau asam pasti tercium, hingga warga yang tidak kuat ingin muntah," jelasnya.

Lebih lanjut, Ia menegaskan, agar perusahan di sekitar memiliki alat pengukur udara. Sehingga warga juga tidak lagi khawatir dengan bau dari bahan kimia tersebut.

"Dinas terkait seharusnya mendesak perusahan agar memiliki alat pengukur udara. Sehingga masyarakat awam seperti kita, tidak khawatir tingkat bahanya terhadap lingkungan dan manusianya sendiri," tegasnya.(Dd)
Editor : Wulan

Post a Comment

 
Top