close

NC, Cilegon - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Cilegon, yang di tunjuk oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) untuk menyelenggarakan Asian Regional Emergency Respon Simulasi Exercise (ARDEX) pada Oktober 2018 mendatang, hari ini melakukan pertemuan untuk membahas Konsep dan Skenario Latihan, sebagai perencanaan akhir dalam penanggulangan bencana.(11/7/18)

Untuk diketahui kegiatan ARDEX merupakan kegiatan hajat pemerintah Indonesia yang bekerjasama dengan Asean Coordinating Centre for Humanitarian Assistance ( AHA Centre ) dan mitra terkait

Deputi Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan  BNPB B. Wisnu Wijaja Mengatakan, Pertemuan perencanaan akhir atau Final Palnning Conference (FPC),  Final Exercise Team (EPT) Meeting bertujuan untuk mengidentifikasi potensi dan kontribusi Negara-negara  anggota ASEAN, 

"seperti keterlibatan sebagai pelaku, perancang, pengendali latihan, evaluasi dan pengamat. Disamping itu, kebutuhan logistic dan peralatan yang akan digunakan selama ARDEX akan dibahas pada kegiatan ini,” katanya pada saat membuka kegiatan di hotel The Royal Krakatau.

Lebih lanjut, Wisnu menambahkan penyelenggaran ARDEX bertujuan untuk menghasilkan rekomendasi  dalam Penanganan Darurat, bila konsep dan skenario Latihan dapat di Implementasikan secara baik, Khususnya kota Cilegon.

”Saya berharap dalam kegiatan perencanaan ini, semua pihak dapat memberikan masukan, dan partisipasi aktif untuk keberhasilan latihana, sehingga memberikan manfat dan pembelajaran dalam upaya koordinasi, komunikasi dan respon bersama diwilayah terdampak bencana,” tuturnya.

Ditempat yang sama, Direktur Eksekutif AHA Centre, Adelina Kamal memberikan apresiasi kepada rekan-rekan BNPB dan BPBD yang sangat kooperatif selama persiapan ARDEX berlangsung.

”ARDEX 2018 yang akan diselenggarakan di Kota Cilegon nanti diharapkan menjadi capaian bersama untuk membangun kawasan regional yang tangguh menghadapi bencana,” harapnya.

Sementara itu BPBD Provinsi Banten H. Sumawijaya menambahkan, sebagai Kota Industri, Kota Cilegon tidak hanya memiliki resiko terhadap bencana gempa bumi dan tsunami tetapi juga berpotensi mengalami bencana industri. 

“ latar belakang tersebutlah yang mendorong BNPB untuk melaksanakan simulasi/latihan penanggulangan bencana di wilayah Kota Cilegon, Provinsi Banten. terlebih Alat untuk menangani  bencana industri khususnya kimia di Indonesia hanya dimiliki TNI, untuk industri-industri belum memilikinya,” Ucapnya.(Wawan)

Post a Comment

 
Top