close


NC, Pulomerak - Seusai terpilih menjadi Ketua Paguyuban Pengurus Truk (Petruk), Dicky Maula Syaf menegaskan, akan melawan kebijakan dari PT Angkutan Sungai Danau Penyeberangan (ASDP) Indonesia Ferry Cabang Merak.

Menurut Dicky, yang sekaligus merupakan putra dari Kang Mus Madaksa sebagai tokoh masyarakat Merak dan penasehat Petruk, Saat ini banyak dirasakan kebijakan yang dikeluarkan PT ASDP. Dimana, dikit demi sedikit akan menggeser kegiatan Petruk di dalam Pelabuhan Merak.

"Sistem yang dikeluarkan PT ASDP lama-lama akan menggeser kita (Petruk-red), untuk itu petruk harus dapat melawan karena kita bukanlah calo," tegasnya.

Dicky menambahkan, untuk dapat melawan sistem yang dapat menggeser keberadaan Petruk, seluruh anggota Petruk diminta untuk kompak.

"Untuk melawan sistem tersebut, kita harus kompak," singkatnya.

Sementara itu, anggota Petruk yang sudah senior, Sutari melanjutkan, paguyuban Petruk memiliki Surat Keterangan (SK) yang dikeluarkan oleh Kementerian Perhubungan Republik Indonesia (Kemenhub RI). Sehingga kegiatan Petruk di dalam pelabuhan bukanlah kegiatan yang ilegal.

"Kegiatan kita tidak ilegal, kita punya SK dari Kemenhub RI. Bahkan saat PT ASDP meminta SK tersebut, saya sendiri yang menyerahkannya melalui Pos Indonesia. Kita sendiri dalam kegiatannya, seperti pengusaha bukan calo. Sebab, kita pakai uang sendiri untuk menyeberangkan truk, lalu kita berikan invoice pada perusahan truk tersebut," jelasnya. (Yuda)
Editor : Wulan

Post a Comment

 
Top