Hal itu menyusul adanya pengukuran lahan dari pihak Kelurahan Sukmajaya, dan Dinas Pekerjaan Umum Tata Ruang (DPUTR) Kota Cilegon, beserta kontraktor, Senin (16/10/17). Dimana, sebelumnya pada 13 Oktober 2017 sudah dilakukan sosialisasi oleh pihak Kelurahan Sukmajaya kepada masyarakat.
Menurut Lurah Sukmajaya, Ade Rizky Kurniawan, pihaknya memilih tempat tersebut untuk dijadikan tandon, lantaran termasuk dataran rendah yang notabene selama ini air selalu mengalir ke tempat tersebut saat hujan terjadi.
"Luas tandon yang akan dibangun lebih dari 7000 meter. Dalam tahap awal ini, pembangunan dilakukan pada lahan dengan luas 1600 meter, dan sisanya akan dikerjakan pada tahun 2018," tuturnya.
Di tempat yang sama, kontraktor sebagai pihak ketiga pembangunan tandon, Direktur PT Nusa Prima, Sapri mengaku, pembangunan tandon akan dikerjakan selama 75 hari dari tanggal kontrak yang ditetapkan.
"Kontrak pengerjaan seharusnya tanggal 5 Oktober 2017. Namun harus ada yang disosialisasikan kepada masyarakat, sehingga pekerjaan akan kita mulai 16 Oktober 2017 ini dan alat berat mulai masuk malam ini," jelasnya.
Sementara itu, Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK) DPUTR Kota Cilegon, Muhidin membenarkan, jika adanya keterlambatan awal pembangunan. Namun hal itu tidak menjadi hambatan untuk tidak tepat waktu dalam menyelesaikan pekerjaan tersebut.
"Benar kontrak sejak tanggal 5 Oktober 2017. Namun kita juga harus berkoordinasi dengan warga, terkait dengan pembangunannya. Jadi tidak ada masalah dengan waktu penyelesaian pekerjaan," tutupnya. (Dd)
Editor : Wulan


Post a Comment